SF Consulting     4 Nov 2026

KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh Di Atas 5,4 %

(Jakarta) Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan stabilitas fiskal, moneter, dan sektor keuangan Indonesia tetap terjaga sepanjang triwulan III 2026. Kondisi tersebut didukung oleh koordinasi dan sinergi kebijakan yang erat ant otoritas serta ketahanan ekonomi domestik yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi dan intermediasi keuangan yang tetap solid. Meski demikian, tekanan meningkat memasuki Oktober 2026 akibat eskalasi konflik geopolitik, kenaikan harga energi global, pengetatan kebijakan moneter negara maju, serta meningkatnya tekanan terhadap nilai tukar dan arus modal keluar dari pasar saham.
 
KSSK menilai perekonomian Indonesia masih memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2026 diprakirakan tetap solid, ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, belanja pemerintah, dan kinerja ekspor. APBN berperan sebagai peredam guncangan melalui subsidi, kompensasi, perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan, serta penciptaan lapangan kerja. Sejumlah indikator juga menunjukkan penguatan, di antaranya penjualan mobil dan sepeda motor pada September 2026 yang masing-masing tumbuh 28,1 % dan 15,4 % secara tahunan, serta PMI Manufaktur Oktober yang berada di level ekspansif 54,0. Dengan perkembangan tersebut, ekonomi Indonesia sepanjang 2026 diprakirakan tumbuh di atas 5,4 %.
 
Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Indonesia selama Januari-September 2026 mencatat surplus US$ 10,61 miliar, termasuk surplus US$ 3,36 miliar pada September. Sementara itu, nilai tukar rupiah pada 2 November 2026 tercatat melemah 0,11 % menjadi Rp 18.145 per dolar AS dibandingkan posisi akhir Oktober. Tekanan tersebut dipengaruhi eskalasi konflik Timur Tengah, pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat, dan sentimen investor terhadap aset negara berkembang. Meski demikian, cadangan devisa pada akhir September 2026 masih kuat sebesar US$ 146,3 miliar, setara pembiayaan 5,3 bulan impor. Inflasi Oktober juga terkendali sebesar 3,23 % secara tahunan, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,28 %.
 
Di pasar keuangan, pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik masih menunjukkan ketahanan di tengah volatilitas global. Investor nonresiden mencatat pembelian bersih SBN sebesar Rp 28,79 triliun sepanjang triwulan III 2026. Sementara itu, arus investasi portofolio asing pada awal triwulan IV hingga 23 Oktober 2026 mencatatkan arus masuk bersih US$ 0,04 miliar, terutama ditopang investasi pada SBN dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Secara kumulatif, aliran investasi portofolio asing sejak Januari hingga 23 Oktober 2026 mencatatkan arus masuk bersih US$ 13,23 miliar. KSSK juga memperkirakan inflasi 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran 2,5 % plus minus 1 %.
 
Dari sisi fiskal, realisasi APBN hingga akhir triwulan III 2026 menunjukkan kinerja positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan agenda pembangunan nasional. Pendapatan Negara dan Hibah tercatat mencapai Rp 2.341,5 triliun atau tumbuh 25,5 % secara tahunan. Penerimaan perpajakan mencapai Rp 1.847,7 triliun atau meningkat 21,8 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong aktivitas ekonomi dan perbaikan implementasi Core Tax. Melalui rapat berkala KSSK IV 2026 pada 28 Oktober 2026, Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK, dan Ketua Dewan Komisioner LPS menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi serta melakukan asesmen ke depan guna mengantisipasi risiko global dan menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. (Rp)
 
Konsultan pajak
https://bit.ly/sfcnews

#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #kssk #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance

Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024