SF Consulting     3 Nov 2026

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus US$ 10,61 Miliar Hingga September 2026

(Jakarta) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 10,61 miliar sepanjang Januari-September 2026. Capaian tersebut ditopang oleh surplus perdagangan pada September 2026 sebesar US$ 3,36 miliar. “Surplus sepanjang periode Januari-September 2026 ditopang oleh kinerja perdagangan komoditas nonmigas yang mencatat surplus US$ 34,21 miliar, sementara perdagangan komoditas migas masih mengalami defisit sebesar US$ 23,60 miliar,” ungkap Deputi Bidang Distribusi Statistik dan Jasa BPS, Ateng Hartono pada Senin (02/11).
 
Dari sisi ekspor, nilai kumulatif Januari-September 2026 mencapai US$ 221,23 miliar atau tumbuh 5,58 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang meningkat 6,30 % menjadi US$ 212,27 miliar. Berdasarkan sektor, industri pengolahan menjadi penyumbang ekspor terbesar dengan nilai US$ 182,83 miliar, tumbuh 8,93 % dibandingkan periode yang sama pada 2025.
 
Tiga negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia masih didominasi Tiongkok dengan nilai US$ 54,17 miliar atau 25,52 % dari total ekspor nonmigas. Selanjutnya, Amerika Serikat menempati posisi kedua dengan nilai US$ 25,39 miliar atau 11,96 %, diikuti India sebesar US$ 15 miliar atau 7,07 %.
 
Sementara itu, nilai impor Indonesia sepanjang Januari-September 2026 tercatat US$210,63 miliar atau meningkat 19,67 % secara tahunan. Kenaikan tersebut berasal dari impor nonmigas yang tumbuh 16,92 % menjadi US$ 178,06 miliar dan impor migas yang melonjak 37,35 % menjadi US$ 32,57 miliar. Berdasarkan penggunaannya, impor didominasi bahan baku dan penolong sebesar US$ 150,57 miliar, naik 21,11 %, disusul barang modal US$ 41,55 miliar dan barang konsumsi US$ 18,51 miliar.
 
Dari sisi negara asal, Tiongkok menjadi pemasok utama impor nonmigas Indonesia dengan nilai US$ 76,16 miliar atau 42,77 %. Berikutnya, Jepang menyumbang US$ 10,04 miliar atau 5,64 % dan Australia US$ 8,07 miliar atau 4,53 %. Adapun surplus perdagangan nonmigas terutama ditopang oleh komoditas lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$ 29,31 miliar, bahan bakar mineral US$ 21,42 miliar, besi dan baja US$ 13,95 miliar, nikel dan barang dari padanya US$ 9,52 miliar, serta alas kaki US$ 4,86 miliar. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews

#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #neracaperdagangan #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance

Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024