SF Consulting     27 Oct 2026

BI Dorong Pendalaman Industrialisasi Untuk Tingkatkan Nilai Tambah Ekonomi

(Jakarta) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mendorong Indonesia kembali memperkuat industrialisasi untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah ekonomi domestik. Menurutnya, pengembangan industri nasional belum cukup mendalam untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Padahal, Indonesia telah memulai proses industrialisasi sejak akhir 1980-an hingga awal 1990-an, sebelum kembali mengandalkan komoditas sebagai salah satu penopang perekonomian.
 
“Nah sekarang kita harus kembali ke industri, downstreaming lagi harus dibuka, kemudian basis manufaktur yang lebih kompetitif,” ungkap Destry dalam agenda Technology Innovation Investment Forum Danantara 2026, yang dikutip dari Kontan pada Senin (26/10). Destry menjelaskan, salah satu indikator untuk mengukur kedalaman industrialisasi suatu negara adalah Economic Complexity Index (ECI), yang mencerminkan kompleksitas kemampuan produksi dan ekspor.
 
Ia menilai kompleksitas ekonomi Indonesia masih relatif rendah karena pengolahan sumber daya alam belum dilakukan secara mendalam. Akibatnya, sebagian potensi nilai tambah belum sepenuhnya dinikmati di dalam negeri lantaran komoditas diekspor sebelum melalui tahapan pengolahan lanjutan.
 
“Jadi kita baru setengahnya sudah kita ekspor. Padahal sebenarnya kita bisa terus melakukan kompleksitas sampai dalam,” sambungnya. Untuk itu, Destry menekankan pentingnya memperluas hilirisasi dan memperkuat rantai pasok industri domestik agar Indonesia mampu menghasilkan produk yang lebih beragam dengan nilai tambah lebih tinggi.
 
Selain itu, peningkatan produktivitas tenaga kerja, penyediaan sumber daya manusia terampil, serta pemanfaatan teknologi perlu diperkuat guna meningkatkan efisiensi dan daya saing manufaktur. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong Indonesia menghasilkan produk bernilai tambah tinggi sekaligus memperkuat posisinya dalam rantai pasok global. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #ekonomi #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024