SF Consulting     23 Oct 2026

Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama Ekonomi Melalui PROSPERA Fase II

(Jakarta) Pemerintah Indonesia memperpanjang kemitraan strategis dengan Australia melalui program Kemitraan Australia-Indonesia untuk Pembangunan Ekonomi (Australia–Indonesia Partnership for Economic Development/PROSPERA) Fase II. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat reformasi ekonomi, mendorong pertumbuhan berkelanjutan, serta memastikan pemerataan manfaat pembangunan bagi masyarakat kedua negara.
 
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pelaksanaan PROSPERA Fase II yang berlandaskan Subsidiary Arrangement antara Kemenko Perekonomian dan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) menegaskan komitmen perpanjangan program selama 10 tahun. “Saya mendorong seluruh kementerian dan lembaga untuk terlibat aktif serta menerjemahkan berbagai formulasi kebijakan menjadi hasil-hasil yang konkret bagi masyarakat,” ungkap Menko Airlangga dalam acara peluncuran PROSPERA Fase II pada Kamis (22/10).
 
Melalui program tersebut, pemerintah memprioritaskan dukungan terhadap dua agenda reformasi besar, yakni aksesi Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP). Proses aksesi OECD ditargetkan rampung pada 2028, dengan perkembangan penyelesaian 20 dari 25 bagian initial memorandum atau sekitar 80 %. Sementara itu, pemerintah berharap proses aksesi CPTPP dapat disepakati seluruh negara anggota dalam pertemuan pada November mendatang.
 
Selain reformasi ekonomi, PROSPERA Fase II juga diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor digital, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Upaya ini sejalan dengan posisi Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di ASEAN serta persiapan penandatanganan Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ASEAN di Manila pada bulan depan. Pemerintah juga mendorong perluasan kerja sama pariwisata dan konektivitas udara melalui penambahan penerbangan langsung regional antara kota-kota di Indonesia dan Australia.
 
Untuk memastikan program berjalan sesuai prioritas pembangunan nasional, Kemenko Perekonomian dan DFAT akan menggelar PROSPERA Advisory Board Meeting guna meninjau arah strategis serta memfinalisasi Strategic Work Plan dan Annual Work Plan. Airlangga menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari peningkatan kualitas kelembagaan ekonomi dan manfaat nyata bagi masyarakat. “Semoga momen ini menjadi penanda pembaruan komitmen kita menuju masa depan yang lebih kuat dan makmur bagi Indonesia dan Australia,” pungkasnya. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #trade #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024