SF Consulting     19 Oct 2026

Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat, Aliran Dana Masuk Tembus Rp 200 Triliun

(Jakarta) Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyatakan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global. Hal ini tercermin dari aliran dana masuk ke instrumen keuangan domestik hingga awal Oktober 2026 yang mencapai lebih dari Rp 200 triliun, terutama melalui Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), meskipun instrumen saham mengalami arus keluar.
 
“Hal ini menunjukkan kepercayaan investor internasional terhadap fundamental ekonomi Indonesia,” ungkap Juda dalam acara UOB Indonesia Economic Outlook 2027 yang dikutip pada Minggu (18/10). Kepercayaan tersebut didukung oleh kinerja ekonomi domestik yang tetap tangguh, dengan pertumbuhan ekonomi pada semester I 2026 mencapai sekitar 5,5 %, inflasi September sebesar 3,28 %, serta pertumbuhan investasi pada triwulan II yang hampir menyentuh 7 %.
 
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, pemerintah terus mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen perlindungan masyarakat sekaligus pendorong aktivitas ekonomi. Hingga September 2026, defisit APBN tercatat sebesar 1,24 % terhadap produk domestik bruto (PDB), sedangkan penerimaan negara tumbuh lebih dari 25 %. Namun, kenaikan harga minyak global diperkirakan mendorong defisit APBN 2026 mencapai 2,85 % terhadap PDB, lebih tinggi dari target awal sebesar 2,68 %.
 
Memasuki 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 % dengan defisit APBN dijaga pada level 2,4 % terhadap PDB. Untuk mencapai sasaran tersebut, kebijakan fiskal akan diarahkan pada penguatan sumber daya manusia (SDM), reformasi perpajakan, hilirisasi industri, transformasi digital, dan pengembangan ekonomi hijau. Pemerintah juga memperkuat sinergi antara APBN, Danantara, dan sektor swasta untuk mendorong investasi produktif serta mempercepat industrialisasi nasional.
 
Juda menjelaskan, APBN akan difokuskan pada penyediaan pelayanan publik dan pembiayaan prioritas pembangunan, sementara Danantara berperan mendukung investasi strategis yang dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat peran investasi swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. “Keduanya diharapkan bersinergi untuk mendorong hilirisasi dan industrialisasi, dengan sektor swasta sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi,” tutup Juda. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #ekonomi #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024