SF Consulting     16 Oct 2026

Pemerintah Perkuat Ekosistem Logistik Nasional, Biaya Ditargetkan Turun Jadi 8 %

(Jakarta) Presiden Prabowo Subianto menugaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk memperkuat ekosistem logistik nasional guna menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia. Penugasan tersebut diwujudkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 41 Tahun 2026 tentang Penguatan Logistik Nasional yang diundangkan pada 16 Juli 2026.
 
Menko Airlangga menjelaskan, penguatan ekosistem logistik menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang dan daya saing perekonomian. Saat ini, biaya logistik nasional tercatat sebesar 14,29 % terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2022. Pemerintah menargetkan penurunan biaya tersebut secara bertahap hingga mencapai 8 % dalam beberapa tahun mendatang melalui penguatan infrastruktur konektivitas, integrasi dan digitalisasi logistik, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan penyedia jasa logistik.
 
Salah satu upaya yang akan diperkuat adalah National Logistics Ecosystem (NLE), yang selama ini dinilai mampu menurunkan biaya logistik hingga 17 % dan memangkas waktu layanan hingga 73 %. Pemerintah berencana mengembangkan digitalisasi NLE secara menyeluruh. Selain itu, pengembangan pelabuhan darat atau dry port, termasuk di Kawasan Industri Terpadu Batang, serta integrasi transportasi jalan, kereta api, dan laut menjadi prioritas untuk memperlancar distribusi barang dan mengurangi ketergantungan pada angkutan jalan.
 
Pemerintah juga mendorong peremajaan armada truk melalui pemanfaatan Kredit Industri Padat Karya (KIPK). Berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 10 Tahun 2026, sektor transportasi dan pergudangan dapat mengakses program tersebut untuk memperoleh pembiayaan yang terjangkau. Di sisi lain, peningkatan kompetensi tenaga kerja logistik dilakukan melalui pelatihan vokasi, sertifikasi, dan pengembangan kapasitas penyedia jasa agar mampu mengikuti perkembangan teknologi digital.
 
Airlangga optimistis koordinasi lintas sektor dan pelaksanaan rencana aksi dalam Perpres Nomor 41 Tahun 2026 dapat membantu mencapai target penurunan biaya logistik menjadi 8 persen. Pemerintah berharap sistem logistik yang lebih efisien dan terintegrasi dapat meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia sekaligus membuat harga barang di pasar domestik lebih terjangkau bagi masyarakat. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #logistik #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024