SF Consulting     14 Oct 2026

Kemenkeu Dorong Pemanfaatan AI Dan Penguatan Kerja Sama Perpajakan Global

(Jakarta) Kementerian Keuangan melalui Direktorat Janderal Pajak (DJP) mendorong pemanfaatan teknologi, penguatan kerja sama internasional, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk membangun administrasi perpajakan yang efektif, responsif, dan tepercaya. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi tantangan ekonomi digital dan aktivitas bisnis lintas negara yang semakin kompleks.
 
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Nurkholisoh Ibnu Aman, dalam Special Address pada The 7th Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Forum (BRITACOF) pada Selasa (13/10). Mengusung tema “Smart Taxation, Shared Prosperity”, forum tersebut menjadi wadah bagi anggota dan pengamat Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Mechanism (BRITACOM) untuk bertukar pengalaman dan memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas administrasi perpajakan.
 
Menurut Nurkholisoh, perkembangan teknologi dan aktivitas bisnis lintas negara membuka peluang ekonomi yang lebih luas, tetapi juga menimbulkan tantangan bagi otoritas pajak dalam mengidentifikasi objek pajak, memastikan pemenuhan kewajiban perpajakan, dan menjaga keadilan sistem perpajakan. “Pendekatan tradisional tidak lagi memadai. Kita membutuhkan informasi yang lebih baik, perangkat yang lebih baik, dan kerja sama yang lebih kuat,” ungkap Nurkholisoh.
 
Sebagai bagian dari modernisasi perpajakan, Indonesia mengembangkan sistem Coretax yang mengintegrasikan pendaftaran, penerbitan faktur, pembayaran, dan pelaporan pajak dalam satu saluran layanan sejak diluncurkan pada Januari 2025. Sepanjang 2026, lebih dari 13,5 juta Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan telah disampaikan melalui sistem tersebut. Sebagian SPT juga telah dilengkapi data dari pemberi kerja dan bank untuk mempermudah pengisian, sementara Core Tax disebut membantu memperluas basis perpajakan Indonesia sekitar dua juta wajib pajak. Selain itu, pemerintah memanfaatkan data, machine learning, dan kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi risiko perpajakan secara lebih tepat sasaran.
 
Nurkholisoh menegaskan, teknologi perlu didukung sumber daya manusia yang kompeten, aturan yang jelas, dan kepercayaan wajib pajak agar sistem perpajakan berjalan optimal. Indonesia juga mendorong dialog berkelanjutan, pertukaran informasi yang aman, dan kerja sama administrasi internasional untuk menangani penghindaran pajak, penggerusan basis pajak dan pengalihan laba (base erosion and profit shifting/BEPS), serta tantangan pemajakan ekonomi digital. Melalui kolaborasi BRITACOM, pemerintah berharap administrasi perpajakan menjadi lebih cepat, cerdas, dan adil sehingga mampu mendukung pembiayaan layanan publik, pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #digitaltax #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024