SF Consulting     13 Oct 2026

Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 Triliun Hingga September 2026

(Jakarta) Realisasi pendapatan negara hingga 30 September 2026 mencapai Rp 2.341,5 triliun atau 74,2 % dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Capaian tersebut tumbuh 25,5 % secara tahunan. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, realisasi pendapatan negara tersebut masih sejalan dengan target tahunan pemerintah.
 
“Kita tahu kalau akhir September itu berarti ¾ tahun. ¾ itu sekitar 75 %. Jadi kalau pendapatan negara sudah terkumpul 74 %, ini on track,” ungkap Menkeu Suahasil dalam Konferensi Pers APBN Kita yang dikutip pada Senin (12/10). Dari sisi perpajakan, penerimaan pajak tercatat sebesar Rp 1.607,6 triliun atau 68,2 % dari target APBN 2026, tumbuh 24,1 % yoy. Capaian ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika penerimaan pajak mencapai Rp 1.295,3 triliun atau mengalami kontraksi 4,4 %.
 
Pertumbuhan penerimaan pajak ditopang peningkatan aktivitas ekonomi dan penerapan Coretax, kenaikan harga minyak yang mendorong PPh migas, serta penguatan konsumsi domestik dan daya beli yang meningkatkan penerimaan PPN dan PPnBM. Suahasil juga menginstruksikan Direktorat Jenderal Pajak mempercepat restitusi bagi wajib pajak yang berhak, terutama industri yang membutuhkan dukungan arus kas, sektor padat karya, dan UMKM.
 
Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp 240,1 triliun hingga akhir September 2026, meningkat dari Rp 221,3 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penerimaan sektor tersebut tumbuh 8,5 % yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 7,1 % pada 2025, seiring penguatan penerimaan cukai, bea masuk, dan bea keluar. Menurut Suahasil, pertumbuhan tersebut mencerminkan kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai yang sehat.
 
Adapun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) telah mencapai Rp 492,3 triliun hingga akhir September 2026, melampaui target APBN. Meski demikian, pemerintah akan terus mengupayakan tambahan penerimaan untuk mengimbangi kenaikan belanja negara, terutama akibat meningkatnya harga minyak yang mendorong kebutuhan subsidi lebih besar. Suahasil menegaskan, pemerintah akan terus menjaga keseimbangan pendapatan dan belanja agar pengelolaan APBN tetap berjalan sesuai kebutuhan fiskal. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #apbn2026 #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024