SF Consulting     8 Oct 2026

Indonesia Perluas Peluang Investasi AS, Fokus Pada Digital Hingga Semikonduktor

(Jakarta) Pemerintah terus memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif di tengah ketidakpastian global. Kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai tetap solid menjadi modal untuk mempererat kemitraan strategis dengan negara mitra, khususnya Amerika Serikat, guna mendorong investasi bernilai tambah tinggi dan penciptaan lapangan kerja.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sejumlah indikator menunjukkan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia masih terjaga. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45 % secara semesteran, dengan inflasi 3,28 %, investasi meningkat sekitar 7 % secara tahunan, dan indeks keyakinan konsumen berada di level 108,5 %. Selain itu, rasio Gini tercatat 0,36, tingkat kemiskinan 8,7 %, dan tingkat pengangguran terbuka sekitar 4,65 %. Hal tersebut disampaikan Airlangga dalam 14th Annual US-Indonesia Investment Summit, Jakarta, Selasa (06/10).
 
Hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat juga terus menunjukkan perkembangan positif. Ekspor Indonesia ke AS meningkat dari US$ 25,83 miliar pada 2021 menjadi US$ 31,01 miliar pada 2025, sedangkan pada Semester I-2026 telah mencapai US$ 15,85 miliar. Pada periode yang sama, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar US$ 8,56 miliar. AS juga menjadi salah satu dari lima sumber utama investasi asing langsung (FDI) Indonesia, dengan realisasi investasi mencapai US$ 1,72 miliar pada Semester I-2026.
 
Untuk meningkatkan daya tarik investasi, pemerintah mengarahkan kebijakan ekonomi 2027 melalui tema “Higher Growth – Faster Prosperity” dengan target pertumbuhan ekonomi menuju 8 %. Fokus kebijakan mencakup pengembangan sektor bernilai tambah tinggi, revitalisasi sektor ekonomi yang resilien, peningkatan kapasitas ekspor dan investasi, serta penguatan digitalisasi, semikonduktor, dan kecerdasan buatan (AI). Sektor swasta tetap menjadi penggerak utama investasi dan penciptaan lapangan kerja, sementara Danantara berperan melalui investasi strategis berorientasi komersial.
 
Selain itu, pemerintah mendorong pengembangan ekonomi digital dan kawasan industri sebagai sumber pertumbuhan baru. Indonesia yang disebut sebagai ekonomi digital terbesar di ASEAN diproyeksikan memiliki nilai ekonomi digital US$ 180 miliar hingga US$ 340 miliar pada 2030, antara lain melalui pengembangan data center berbasis AI di KEK Nongsa dan ekosistem semikonduktor Batam-Bintan. Hingga Juni 2026, sebanyak 25 KEK telah mencatat akumulasi investasi Rp 368 triliun dan menyerap lebih dari 286 ribu tenaga kerja. Pemerintah juga memperluas akses pasar melalui BRICS+, G20, RCEP, ASEAN, OECD, CPTPP, serta berbagai perjanjian perdagangan, termasuk Indonesia-US Agreement on Reciprocal Trade (ART), yang diharapkan memperkuat akses pasar dan rantai pasok kedua negara. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #investasi #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024