SF Consulting     11 Sep 2026

IMT-GT Kejar Penyelesaian 92 Proyek Kerja Sama Tiga Negara

(Medan) Pemerintah melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin Pertemuan Tingkat Menteri ke-32 Kerja Sama Segitiga Pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT) pada Kamis (10/09). Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menegaskan pentingnya mempercepat penyelesaian 92 proyek yang tengah berjalan agar kerja sama kawasan tidak berhenti pada dokumen dan kesepakatan. Ia meminta pertemuan kali ini menjadi “Ministerial Meeting of Implementation”, dengan keberhasilan diukur dari proyek yang benar-benar terealisasi di lapangan.
 
Para Menteri dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand juga menyambut capaian Implementation Blueprint 2022–2026 yang melampaui sejumlah target. PDB per kapita di kawasan IMT-GT meningkat dari 21.646 PPP$ pada 2024 menjadi 23.290 PPP$ pada 2025. Perdagangan barang naik dari US$ 708 miliar menjadi US$ 810,8 miliar, sementara investasi asing langsung meningkat dari US$27,52 miliar menjadi US$ 28,44 miliar. Tingkat pengangguran juga turun dari 3,8 % menjadi 3,7 %, sedangkan sektor pariwisata mencatat 68 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun lalu melalui kampanye Visit IMT-GT Year 2023–2025.
 
Kerja sama bisnis turut menghasilkan sejumlah kesepakatan konkret. Dalam IMT-GT International Business Matching 2026, sebanyak 275 pelaku usaha dari tujuh sektor strategis bertemu dan menghasilkan delapan nota kesepahaman (MoU) lintas negara. Capaian tersebut melanjutkan hasil Business Matching RoRo Dumai-Melaka yang sebelumnya diikuti 155 peserta dan menghasilkan enam MoU. Airlangga menekankan tiga arah strategis Indonesia, yakni mempercepat proyek yang berdampak langsung, memperkuat sistem ekonomi lintas batas, serta menjadikan IMT-GT sebagai salah satu sarana implementasi integrasi ASEAN.
 
Dalam pertemuan tersebut, ketiga negara juga menandatangani MoU kerja sama kelapa sawit dan menyerukan penguatan produksi beras untuk menjaga ketahanan pangan kawasan. Indonesia, Malaysia, dan Thailand dinilai memiliki posisi strategis dalam rantai nilai sawit global. Selain itu, Airlangga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam mengeksekusi berbagai proyek kerja sama. “Kami para Menteri bertugas menyetujui rencana, namun para Gubernur atau Kepala Daerah adalah yang mengeksekusinya di lapangan. Oleh karena itu, pemberdayaan Pemerintah Daerah adalah inti dari kerja sama IMT-GT,” ungkap Menko Airlangga pada Kamis (10/09).
 
Pertemuan ke-32 IMT-GT secara resmi mengadopsi Joint Ministerial Statement sekaligus mengarahkan penyusunan Implementation Blueprint 2027–2031. Cetak biru baru tersebut akan bertumpu pada tiga pilar, yakni Ketahanan Ekonomi, Jaringan Terintegrasi, dan Kesejahteraan Bersama menuju Visi IMT-GT 2036. Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-33 selanjutnya akan digelar di Malaysia pada 2027, dengan semangat “lebih sedikit janji, lebih banyak hasil” agar manfaat kerja sama semakin dirasakan masyarakat. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #multilateral #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024