SF Consulting     1 Sep 2026

Manufaktur Jadi Mesin Ekonomi Jateng, Investasi Rp 48,54 Triliun Mengalir

(Jakarta) Ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 % secara kumulatif (c-to-c) pada Semester I-2026. Capaian tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mendorong target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada 2027. Sejumlah indikator makro juga menunjukkan kondisi ekonomi yang resilien, di antaranya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2026 sebesar 116,8 dan Purchasing Managers` Index (PMI) Manufaktur sebesar 50,2 yang mencerminkan optimisme bisnis tertinggi dalam enam bulan terakhir.
 
Kondisi serupa terlihat di Jawa Tengah. Ekonomi provinsi tersebut tumbuh 5,80 % pada Semester I-2026, dengan sektor industri manufaktur atau pengolahan menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian, yakni 33,18 %. Dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi fisik menyumbang 31,52 %, lebih tinggi dibandingkan kontribusi nasional sebesar 29,36 %.
 
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan, kondisi tersebut menunjukkan besarnya potensi investasi dan pengembangan industri manufaktur di Jawa Tengah. Hal itu disampaikannya dalam acara Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Jakarta. Menurutnya, penguatan investasi dan industri manufaktur menjadi hal penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.
 
Realisasi investasi Jawa Tengah pada Semester I-2026 tercatat Rp 48,54 triliun atau 48,99 % dari target sepanjang 2026 sebesar Rp 99,09 triliun. Investasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 25,92 triliun atau 53,40 % dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 22,62 triliun atau 46,60 %. Lima daerah dengan realisasi investasi terbesar yakni Kota Semarang Rp 6,57 triliun, Kabupaten Kendal Rp 6,56 triliun, Kabupaten Batang Rp 6,11 triliun, Kabupaten Temanggung Rp 4,58 triliun, dan Kabupaten Demak Rp 3,34 triliun.
 
Susiwijono menilai prospek investasi Jawa Tengah masih sangat besar, terutama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Tingginya minat investor bahkan mendorong rencana perluasan kawasan. Ia menambahkan, kepastian perizinan, khususnya perizinan dasar, perlu menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memberikan kepastian bagi investor. Pemerintah pusat juga membuka ruang konsultasi dan penyelesaian kendala investasi, terlebih dengan semakin banyaknya peluang investasi seiring implementasi berbagai perjanjian perdagangan dengan negara lain mulai tahun depan. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #manufaktur #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024