SF Consulting     26 Aug 2026

IEU CEPA Akan Buka Akses 90,4 % Pos Tarif Indonesia Ke Pasar Eropa

(Jakarta) Pemerintah Indonesia menilai ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) akan membuka peluang bisnis dan investasi yang lebih besar antara Indonesia dan Uni Eropa. “Kami melihat IEU CEPA sebagai game changer untuk memperkuat perdagangan, investasi, diversifikasi rantai pasok, dan ketahanan ekonomi bilateral di kawasan ASEAN/Indo-Pasifik,” ungkap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam dialog bersama Delegasi Uni Eropa dan para Duta Besar negara-negara anggota Uni Eropa yang dikutip pada selasa (25/08).
 
Airlangga mengatakan IEU CEPA dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat perdagangan, investasi, diversifikasi rantai pasok, serta ketahanan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa di kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik. Jika mulai diimplementasikan awal tahun depan, sebanyak 90,4 % pos tarif akan langsung menjadi 0 %, sementara 8,37 % lainnya akan diturunkan secara bertahap. Kebijakan tersebut diharapkan mendorong ekspor Indonesia untuk sejumlah komoditas, seperti sawit, alas kaki, kopi, furnitur, produk pertanian dan perikanan, serta jasa telekomunikasi.
 
Menurut Airlangga, dokumen IEU CEPA versi bahasa Inggris kini memasuki tahap penyelesaian dan ditargetkan dapat ditandatangani pada Oktober 2026. Setelah penandatanganan, perjanjian tersebut akan menjalani proses ratifikasi di Parlemen Uni Eropa. Sementara di Indonesia, pemerintah berencana menggunakan mekanisme Peraturan Presiden (Perpres) setelah berkonsultasi dengan DPR sehingga proses implementasi diharapkan dapat berlangsung lebih cepat.
 
Pemerintah juga mendorong peningkatan investasi Uni Eropa pada sektor-sektor bernilai tambah tinggi di Indonesia, seperti manufaktur maju, energi terbarukan, kendaraan listrik, ekonomi digital, dan farmasi. Investasi tersebut diharapkan dapat memperkuat transfer teknologi sekaligus mendukung transformasi industri domestik. Airlangga menambahkan, percepatan ratifikasi diperlukan karena fasilitas Generalised Scheme of Preferences (GSP) Indonesia akan berakhir pada akhir 2026.
 
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Denis Chaibi menyambut positif langkah pemerintah Indonesia mempercepat proses ratifikasi IEU CEPA. Menurutnya, implementasi perjanjian tersebut berpotensi meningkatkan minat perusahaan Eropa untuk berinvestasi di Indonesia. Ia juga mendukung pembentukan Joint Task Force yang melibatkan pelaku usaha untuk mempersiapkan implementasi CEPA, termasuk pembahasan teknis dan kerja sama bilateral dengan negara-negara anggota Uni Eropa. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #trade #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024