SF Consulting     30 Jul 2026

BKPM Siapkan KEK Samota Sebagai Kawasan Investasi Strategis Indonesia Timur

(Sumbawa) Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Samota (Saleh-Moyo-Tambora) di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), berpotensi menjadi pusat investasi baru yang mendorong sektor pariwisata dan ekonomi biru di kawasan Indonesia Timur. Namun, pemerintah menegaskan bahwa pengembangan kawasan tersebut harus didukung kesiapan ekosistem investasi, mulai dari kepastian lahan, infrastruktur, hingga ketersediaan investor yang siap merealisasikan investasinya.
 
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu menjelaskan, pengusulan KEK Samota tidak sekadar menghadirkan destinasi wisata baru, melainkan membangun kawasan investasi yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, menarik investasi jangka panjang, serta membuka lapangan kerja berkualitas. “Kawasan ini harus mampu menjadi instrumen untuk mengoptimalkan keunggulan kawasan sekaligus mendukung arah kebijakan investasi nasional yang memberikan perhatian pada sektor-sektor produktif, termasuk pariwisata, ekonomi biru, ekonomi hijau, industri kreatif, agro-maritim, serta penguatan konektivitas dan logistik,” ungkap Todotua yang dikutip pada Rabu (29/07).
 
Todotua menjelaskan, investasi menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp 13.032,8 triliun sepanjang periode 2025–2029 guna mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 % pada 2029. Hingga Semester I 2026, realisasi investasi nasional telah mencapai Rp 1.040,6 triliun atau 49,5 persen dari target tahunan sebesar Rp 2.041,3 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 1,4 juta orang. Sebanyak 50,2 % dari total investasi tersebut juga telah mengalir ke luar Pulau Jawa.
 
Menurutnya, NTB memiliki posisi yang semakin strategis dalam peta investasi nasional. Selama periode 2021 hingga Triwulan II 2026, realisasi investasi di provinsi tersebut mencapai sekitar Rp 216,7 triliun. Sementara pada Semester I 2026, investasi di NTB tercatat sebesar Rp 32,9 triliun. Di sektor pariwisata, realisasi investasi kumulatif sejak 2023 hingga Semester I 2026 mencapai Rp 190 triliun, menempatkan NTB sebagai salah satu dari lima besar tujuan investasi pariwisata nasional. Pengembangan Samota juga diperkuat dengan penetapan Peraturan Daerah NTB tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2024–2044 yang memasukkan kawasan tersebut sebagai wilayah pengembangan strategis.
 
Todotua menegaskan bahwa pemberian status KEK bukanlah tujuan akhir, melainkan harus didukung kelayakan ekonomi dan finansial, kepastian lahan, rencana bisnis yang jelas, infrastruktur memadai, serta investor yang siap berinvestasi. Untuk itu, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bersama pemerintah daerah, badan usaha, serta kementerian dan lembaga terkait akan terus memperkuat koordinasi guna memenuhi seluruh persyaratan pengusulan KEK. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya KEK Samota sebagai kawasan investasi yang kompetitif, menarik investasi berkualitas, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Nusa Tenggara Barat. (Rp)

Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #kawasanekonomikhusus #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024