SF Consulting     22 Jun 2026

Pemerintah Optimistis Kepercayaan Investor Terjaga Usai Review MSCI

(Jakarta) Lembaga penyedia indeks global MSCI Inc. mempertahankan status Indonesia sebagai pasar negara berkembang (emerging market) dalam laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review. Meski demikian, MSCI melakukan penyesuaian penilaian pada kriteria Information Flow (arus informasi) dari sebelumnya “+” menjadi “−”. Pemerintah menilai catatan tersebut tidak mengubah posisi Indonesia dan justru menjadi penguatan bagi agenda reformasi pasar modal yang tengah dijalankan.
 
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan fundamental ekonomi dan akses pasar Indonesia tetap kuat di mata investor global. Menurutnya, perhatian MSCI lebih tertuju pada aspek transparansi dan integritas pasar. Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menjalankan berbagai reformasi, mulai dari penyesuaian free float, peningkatan keterbukaan pemilik manfaat akhir, hingga pendalaman pasar modal guna menjaga kepercayaan investor. “Pemerintah berkomitmen menuntaskan agenda reformasi ini untuk menjaga kepercayaan investor,” ungkap Menko Airlangga yang dikutip pada Minggu (21/06).
 
Dalam laporannya, MSCI menilai akses, ukuran, dan likuiditas pasar Indonesia masih memadai serta tidak menemukan isu pembatasan kepemilikan asing yang menjadi perhatian pada tahun-tahun sebelumnya. Area yang masih perlu ditingkatkan mencakup keterbukaan struktur kepemilikan saham dan penguatan integritas pembentukan harga. Selain itu, penyediaan informasi pasar dalam bahasa Inggris juga menjadi salah satu aspek yang dinilai dapat meningkatkan kemudahan akses bagi investor internasional.
 
Pemerintah dan otoritas pasar modal terus mempercepat sejumlah reformasi untuk menjawab catatan tersebut. Langkah yang telah dan sedang dilakukan antara lain peningkatan ketentuan free float dari 7,5 % menjadi 15 %, penguatan transparansi Ultimate Beneficial Owner (UBO), publikasi rutin pemegang saham dengan kepemilikan diatas 1 %, percepatan demutualisasi BEI, serta pendalaman pasar melalui peningkatan porsi investasi saham bagi dana pensiun dan perusahaan asuransi. Upaya tersebut juga dibarengi dengan penguatan tata kelola emiten dan penegakan aturan pasar modal.
 
Pemerintah menegaskan bahwa reformasi pasar modal didukung oleh kondisi makroekonomi yang tetap terjaga, termasuk stabilitas nilai tukar, inflasi yang terkendali, serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Bersama Bank Indonesia, pemerintah juga terus menjaga kepercayaan pasar melalui penyesuaian suku bunga acuan menjadi 5,75 %, penguatan pasar valuta asing, dan pengelolaan pembiayaan yang prudent. Menjelang pengumuman Annual Market Classification Review pada 23 Juni 2026, pemerintah menghimbau pelaku pasar tetap tenang dan menyikapi hasil tinjauan MSCI secara proporsional. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #capitalmarket #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024