SF Consulting     29 May 2026

RI-Tiongkok Bahas Perluasan Akses Pasar Dan Penguatan Ekspor Komoditas

(Suzhou) Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) memperkuat kerja sama ekonomi bilateral melalui pertemuan antara Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dengan Wakil Menteri Perdagangan RRT, Li Chenggang. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai upaya untuk mempererat hubungan perdagangan dan memperluas akses pasar bagi produk unggulan masing-masing negara. Wamendag Roro menegaskan bahwa Tiongkok merupakan mitra dagang utama Indonesia sekaligus tujuan ekspor terbesar bagi sejumlah komoditas nasional.
 
Menurut Roro, kemitraan strategis Indonesia dan Tiongkok memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika pasar global yang terus berubah. Sementara itu, Li Chenggang menyampaikan komitmen pemerintah Tiongkok untuk menjaga keseimbangan neraca perdagangan dan membuka peluang lebih luas bagi masuknya produk berkualitas asal Indonesia ke pasar domestik Tiongkok. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama perdagangan yang tetap mengacu pada aturan World Trade Organization (WTO) dan skema Free Trade Agreement (FTA) yang berlaku.
 
Dalam upaya meningkatkan ekspor Indonesia ke pasar Tiongkok, pemerintah RRT mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam China International Import Expo (CIIE) 2026. Selain itu, pelaku usaha Indonesia juga didorong memanfaatkan ajang internasional lainnya seperti China-ASEAN Expo (CAEXPO). Kehadiran Indonesia dalam berbagai pameran dagang tersebut dinilai dapat memperluas jaringan bisnis sekaligus memperkuat promosi produk unggulan nasional di pasar Tiongkok.
 
Pada kesempatan yang sama, Indonesia juga mendorong percepatan akses pasar dan penyederhanaan prosedur ekspor dengan General Administration of Customs of China (GACC), khususnya untuk komoditas pertanian. Produk durian segar menjadi salah satu fokus utama yang diharapkan dapat lebih cepat memenuhi standar karantina Tiongkok. Pemerintah berharap langkah tersebut mampu menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar internasional.
 
Selain isu perdagangan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut menjadi perhatian kedua negara. Tiongkok menawarkan kuota pelatihan bagi 1.000 peserta dari Indonesia setiap tahun untuk memperkuat kemampuan pengemasan dan desain produk bernilai tambah. Kerja sama ini nantinya akan dikolaborasikan melalui Indonesia Design Development Center (IDDC). Sepanjang 2026, nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok tercatat mencapai US$ 67 miliar dengan komoditas utama berupa besi dan baja, batu bara, serta minyak kelapa sawit, sementara impor dari Tiongkok didominasi mesin industri, elektronik, dan kendaraan listrik beserta komponennya. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #indonesiationgkok #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024