SF Consulting     28 May 2026

Kemendag Genjot Tiga Program Prioritas untuk Perkuat Perdagangan Nasional

(Jakarta) Menteri Perdagangan Budi Santoso optimistis Indonesia masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan perdagangan nasional di tengah tantangan perdagangan global yang terus berlangsung. Optimisme tersebut didukung oleh capaian ekspor nonmigas pada Januari–Maret 2026 yang masih mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,98 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut Budi, kondisi tersebut menunjukkan bahwa perdagangan Indonesia tetap mampu tumbuh di tengah tekanan global.
 
Budi Santoso menjelaskan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menyiapkan tiga program prioritas untuk mempercepat pertumbuhan perdagangan nasional. Ketiga program tersebut meliputi Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global. Melalui program Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Kemendag berupaya memperkuat dominasi produk lokal di pasar domestik dengan meningkatkan daya saing produk dalam negeri. “Kami ingin pasar kita yang besar diisi produk lokal. Kuncinya, produk harus berdaya saing. Kalau kita sudah memiliki produk dalam negeri yang bagus, kita tidak perlu impor,” ungkap Mendag Budi Santoso yang dikutip dari Keterangan Pers pada Rabu (27/05).
 
Selain itu, melalui Program Perluasan Pasar Ekspor, Kemendag terus membuka akses pasar baru bagi produk Indonesia melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional. Hingga kini, pemerintah telah mengimplementasikan 20 perjanjian dagang, sementara 15 lainnya masih dalam tahap ratifikasi dan 11 perjanjian masih dalam proses negosiasi. Kemendag juga terus menjaga keberlanjutan akses ekspor ke Amerika Serikat melalui skema Agreement Reciprocal Tariff (ART).
 
Sementara itu, program Dari Lokal untuk Global difokuskan untuk mendorong pelaku usaha lokal, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar mampu menembus pasar ekspor. Salah satu klaster program tersebut adalah UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor yang memberikan pendampingan melalui 46 perwakilan perdagangan RI di 33 negara. Sepanjang 2025, program ini berhasil memfasilitasi business matching bagi 1.217 pelaku usaha dengan total transaksi mencapai US$ 134,87 juta. Adapun pada Januari–April 2026, nilai transaksi telah mencapai US$ 107,34 juta dengan sekitar 70 % peserta merupakan eksportir baru.
 
Selain UMKM BISA Ekspor, Kemendag juga menjalankan program Desa BISA Ekspor, Campuspreneur, dan kemitraan UMKM. Program Desa BISA Ekspor diarahkan untuk memperkuat potensi desa berorientasi ekspor dengan pemetaan terhadap 2.616 desa di berbagai wilayah. Sementara Campuspreneur menggandeng 19 perguruan tinggi guna mendorong lahirnya wirausaha muda melalui pengembangan produk dan strategi pemasaran. Di sisi lain, kemitraan UMKM dilakukan bersama asosiasi, ritel modern, dan pusat perbelanjaan untuk memperluas pemasaran produk lokal di dalam negeri. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #ekspor #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024