SF Consulting     20 Apr 2026

Hadapi Gejolak Global, Pemerintah Percepat Hilirisasi Dan Stimulus Ekonomi

(Jakarta) Pemerintah terus memperkuat agenda hilirisasi industri sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional. Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat daya saing industri nasional di tengah dinamika ekonomi global yang semakin menantang.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap ketegangan geopolitik global. Ia menyoroti potensi gangguan rantai pasok akibat konflik di kawasan Timur Tengah dan jalur strategis seperti Selat Hormuz yang dapat memicu kenaikan harga energi. “Ketegangan geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah dan jalur strategis seperti Selat Hormuz, perlu diantisipasi karena berpotensi mengganggu rantai pasok global dan memicu kenaikan harga energi,” ungkap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, yang dikutip pada Minggu (19/04).
 
Di tengah berbagai tantangan tersebut, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang solid. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,11 % pada 2025 dan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 5,3 % pada 2026. Selain itu, inflasi tetap terkendali, tingkat kepercayaan konsumen berada pada level optimistis, serta surplus neraca perdagangan terus berlanjut yang mencerminkan fundamental eksternal yang kuat.
 
Kinerja ekonomi tersebut didukung oleh tingginya permintaan domestik yang berkontribusi sekitar 54 % terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Struktur pembiayaan yang sehat dengan rasio utang luar negeri yang relatif rendah turut memperkuat ketahanan ekonomi. Di sisi lain, sektor perbankan tetap berada dalam kondisi solid dengan likuiditas memadai dan permodalan yang kuat, sehingga mampu menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Pemerintah juga terus memperkuat bauran kebijakan untuk mengantisipasi risiko global.
 
Dari sisi fiskal, penguatan APBN dilakukan melalui optimalisasi penerimaan, efisiensi belanja, dan refocusing anggaran ke sektor produktif. Sementara dari sisi moneter, koordinasi dengan Bank Indonesia diperkuat guna menjaga stabilitas nilai tukar. Selain itu, pemerintah mempercepat penyaluran stimulus seperti bantuan pangan dan perlindungan sosial, serta memperkuat ketahanan energi melalui program biodiesel B50 dan pengembangan energi baru terbarukan guna meredam dampak gejolak global terhadap perekonomian domestik. (Rp)

Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #apbn2026 #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024