SF Consulting     17 Apr 2026

Menkeu Klaim S&P Global Ratings Akan Pertahankan Rating Indonesia Di Level BBB

(Washington D.C.) Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif setelah melakukan pertemuan dengan lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) di Washington DC, Amerika Serikat. Dalam pertemuan tersebut, S&P memastikan peringkat kredit Indonesia tetap berada di level BBB dengan outlook stabil, yang menunjukkan posisi Indonesia masih dalam kategori investment grade dan dinilai aman bagi investor.
 
Dalam keterangannya, Purbaya menjelaskan bahwa S&P menyoroti secara mendalam kondisi fiskal Indonesia, termasuk perkembangan defisit anggaran dalam beberapa tahun terakhir. Fokus utama lembaga tersebut adalah konsistensi pemerintah dalam menjaga defisit tetap di bawah 3 % dari produk domestik bruto (PDB).
 
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga disiplin fiskal sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyampaikan kepada S&P bahwa kebijakan pengendalian defisit akan terus dipertahankan. “Saya bilang kita konsisten dengan kebijakan itu. Presiden Prabowo telah memberikan arahan bahwa defisit kita dijaga di bawah 3 %,” ungkap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang dikutip pada Kamis (16/04). Selain itu, pemerintah juga menjelaskan bahwa rasio pembayaran utang terhadap penerimaan negara masih berada dalam kondisi yang dapat dikelola.
 
Lebih lanjut, pemerintah telah melakukan berbagai pembenahan untuk meningkatkan kinerja penerimaan negara, termasuk restrukturisasi organisasi di Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil, dengan pertumbuhan penerimaan pajak yang cukup signifikan pada awal tahun, yakni sekitar 30 % dalam dua bulan pertama dan sekitar 20 % pada periode Januari–Maret dibandingkan tahun sebelumnya.
 
S&P juga mencatat adanya perbaikan pada kondisi ekonomi Indonesia, terutama dari sisi pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV yang lebih baik dibanding periode sebelumnya. Selain itu, defisit anggaran yang sebelumnya diperkirakan mencapai 2,9 % dari PDB berpotensi turun menjadi sekitar 2,8 %. Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai rasio pembayaran bunga utang yang berada di atas 15 % serta memastikan indikator fiskal tetap terjaga. (Rp)

Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #investasi #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024