SF Consulting     9 Apr 2026

Presiden Tekankan Disiplin Fiskal Dan Ketahanan Ekonomi, Ekonomi Q1 Diyakini Tumbuh 5,5 %

(Jakarta) Presiden Prabowo Subianto menggelar Rapat Kerja Pemerintah bersama Kabinet Merah Putih, pejabat Eselon I Kementerian/Lembaga, serta Direktur Utama BUMN di Istana Kepresidenan Jakarta. Rapat tersebut menjadi forum evaluasi kinerja sekaligus penguatan konsolidasi pemerintah dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

Dalam rapat tersebut, pemerintah menilai kondisi perekonomian Indonesia masih tergolong kuat. Di antara negara anggota G20, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal IV-2025 tercatat sebesar 5,39 %, menempati posisi kedua setelah India yang tumbuh 7,40 %. “Maka, Pemerintah masih melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama (2026) juga masih baik, masih bisa mencapai atau lebih besar sama dengan 5,5 %,” ungkap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang dikutip pada Rabu (08/04).

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa proyeksi tersebut ditopang oleh konsumsi domestik tetap kuat dengan kontribusi 54 % terhadap PDB. Selain itu, ketahanan pangan dinilai terjaga dengan produksi beras mencapai 34,7 juta ton pada 2025 dan stok Bulog sebesar 4,6 juta ton per 8 April 2026. Sementara itu, perkembangan harga komoditas global, khususnya minyak mentah, menunjukkan penurunan akibat adanya penundaan serangan oleh Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Dari sisi fiskal, kinerja APBN hingga kuartal I-2026 menunjukkan tren positif dengan penerimaan pajak tumbuh 14,3 % menjadi Rp 462,7 triliun. Aktivitas industri juga tetap ekspansif, tercermin dari PMI Manufaktur Maret 2026 yang berada di level 50,1. Pemerintah pun menyiapkan kebijakan strategis, termasuk implementasi program biodiesel B50 mulai 1 Juli yang diperkirakan mampu menghemat anggaran hingga Rp 48 triliun.

Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan rasio utang di kisaran 40 % serta defisit anggaran di level 3 %. Selain itu, stabilitas ekonomi juga diperkuat melalui koordinasi dengan Bank Indonesia, termasuk kebijakan triple intervention untuk menjaga nilai tukar rupiah dan penguatan kerjasama bilateral currency swap dengan sejumlah negara. Di sektor energi dan transportasi, kebijakan penyesuaian harga avtur serta dukungan APBN juga dilakukan guna menahan kenaikan harga tiket pesawat dan memastikan biaya haji tetap stabil tanpa tambahan beban bagi jemaah. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #apbn2026 #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024