Untuk pertama kali dalam 15 tahun terakhir ini Singapura akan menaikkan pajak penjualan sebesar 1 persen mulai 1 Januari 2023. Sejak hari pertama tahun 2023, pajak penjualan untuk segala macam barang dan jasa—dari bahan makanan hingga cincin berlian—naik dari 7 persen menjadi 8 persen.
Menurut rencana, pada 2024 pajak penjualan itu akan dinaikkan lagi 1 persen menjadi 9 persen kecuali jika perekonomian dunia membaik tahun depan. Pemerintah Singapura beralasan, langkah itu harus dilakukan untuk meningkatkan pendapatan demi membantu populasi negaranya yang makin menua.
Diperkirakan, seperempat dari jumlah total populasi 5,6 juta jiwa di negara itu akan berusia 65 tahun ke atas padatahun 2030. Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Singapura Lawrence Wong menjelaskan, pendapatan dari kenaikan pajak penjualan itu akan digunakan untuk mendukung pengeluaran perawatan kesehatan Singapura dan merawat manula.
Kenaikan pajak penjualan dari 7 menjadi 9 persen pada 2024 diharapkan menghasilkan pendapatan pajak sebesar 3,5 miliar dollar Singapura setiap tahun. ”Tanpa kenaikan GST (pajak barang dan jasa), kami akan menghadapi risiko kesenjangan pendanaan struktural yang terus berlanjut, yang akan terus melebar dari tahun ke tahun,” kata Wong.
Untuk membantu rakyatnya, Pemerintah Singapura berjanji memberikan kepada hampir 3 juta warga Singapura setidaknya 700 dollar Singapura atau Rp 8,2 juta uang tunai selama lima tahun sebagai bagian dari ”paket jaminan”. Jika ditotal, uang bantuan itu sebanyak 8 miliar dollar Singapura atau Rp 93 triliun. Pemerintah juga berjanji meninjau kenaikan pajak kedua jika situasi perekonomian dunia membaik.
Pajak penjualan Singapura yang baru nanti, yakni 8 persen, sedikit lebih tinggi dari Thailand (7 persen) dan lebih rendah dari Indonesia (11 persen). Di banyak negara di Eropa, pajaknya mencapai 20 persen, sedangkan Jepang 10 persen. Pemerintah Singapura tetap melanjutkan rencana kebijakan itu ketika negara lain, seperti Thailand dan Italia, menyetujui keringanan pajak konsumsi untuk membantu warganya mengatasi krisis biaya hidup yang meningkat.
Menjelang pemberlakuan pajak baru dalam waktu dekat ini, sebagian warga Singapura bersegera belanja semua kebutuhan sebelum pajak dinaikkan. Soif Noor (28), warga Singapura, misalnya, sudah belanja segala macam keperluan rumah barunya, seperti furnitur dan perlengkapan lain, Rabu (28/12/2022). Padahal, ia baru bisa pindah ke rumah barunya empat bulan lagi.
Dengan belanja sekarang sebelum pajak naik, Soif mengaku bisa menghemat hingga 185 dollar AS. Karena belum bisa masuk ke rumah barunya, semua barang yang dibeliuntuk rumah barunya terpaksa dititipkan ke toko untuk sementara.
Dengan prinsip ”beli sekarang daripada nanti mahal”, banyak teman Soif membeli cincin pertunangan karena didesak pacarnya yang meminta mereka untuk melamar sekarang daripada nanti semua harga mahal. ”Bagi kami, yang penting sudah belanja barang-barang kebutuhan kami saja sehingga nanti kami tak perlu lagi memikirkannya,” ujar Soif.
Untuk mendorong belanja konsumen, banyak pertokoan mulai dari busana hingga furnitur menggemakan iklan promosi ”belanja cerdas”. Iklan-iklan mereka mendorong konsumen untuk ”mengalahkan kenaikan pajak barang dan jasa”. Di butik perhiasan LeCaine Gems, yang berada di mal kelas atas di dekat kawasan Marina Bay, salah satu pendiri, Michael LeCaine, mengatakan, ia mendorong pelanggan yang awalnya tak berencana belanja untuk membeli perhiasan.
Hasilnya, LeCaine Gems mengalami peningkatan penjualan sebesar 15 persen bulan lalu dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2021. Jaringan pertokoan perhiasan, SK Jewellery Group, melaporkan peningkatan 25 persen tahun ke tahun untuk periode September hingga November.
Menurut para ekonom, secara keseluruhan dampak kenaikan pajak penjualan di Singapura bisa diredam dengan lonjakan belanja konsumen sebelum kenaikan. Namun, ekonom OCBC, Selena Ling, menyebut dampak lonjakan belanja itu terhadap perekonomian secara keseluruhan tak terlalu terasa. Ia juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun depan akan melambat karena konsumen mengurangi belanja berlebihan.
SF Legal Newsletter April 2026 Follow link below to read more and download the complete article https://tinyurl.com/sflapr2026 Visit our website www.sfconsulting.co.id ...
SFc Business Process Newsletter March 2026 Follow link below to read more and download the complete article https://tinyurl.com/taxmar2026 Visit our website www.sfconsulting.co.id ...
(Jakarta) Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) ...
(Jakarta) Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 31 Maret 2026 menunjukkan tren yang ekspansif. Menteri Keuangan Purbaya ...
(Mataram) Kinerja penerimaan pajak di Provinsi Nusa Tenggara Barat hingga 31 Maret 2026 menunjukkan tren positif di tengah dinamika ...
(Jakarta) Indonesia terus memperkuat posisi dalam rantai perdagangan regional melalui implementasi ASEAN Authorized Economic Operator Mutual Recognition Arrangement (AAMRA). ...
(Jakarta) Perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang tetap solid pada Triwulan I-2026 di tengah dinamika global yang masih dalam proses ...
(Jakarta) Perekonomian Indonesia mencatat kinerja solid pada triwulan I 2026 dengan pertumbuhan sebesar 5,61 % secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ...
| Mata Uang | Nilai (Rp.) |
|---|---|
| EUR | 17068.99 |
| USD | 15710 |
| GBP | 19949.11 |
| AUD | 10293.61 |
| SGD | 11699.88 |
| * Rupiah | |
Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024
NILAI KURS SEBAGAI DASAR PELUNASAN BEA MASUK, PAJAK PERTAMBAHAN NILAI ...
PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 19 TAHUN 2023 TENTANG ...
PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PEMBERIAN TUNJANGAN HARI RAYA DAN GAJI KETIGA ...
NILAI KURS SEBAGAI DASAR PELUNASAN BEA MASUK, PAJAK PERTAMBAHAN NILAI ...
JADWAL LAYANAN PAJAK DI LUAR KANTOR (LDK) ATAU POJOK PAJAK ...