SF Consulting     9 Jun 2026

Bea Cukai Dorong Implementasi IT Inventory di Kawasan Industri Jawa Tengah

(Semarang) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Bea Cukai) terus memperkuat sinergi dengan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Jawa Tengah guna mendukung iklim investasi dan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas kepabeanan. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang dipimpin Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai, Susila Brata, di KEK Kendal dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
 
Dalam kunjungan ke KEK Kendal, Bea Cukai berdialog dengan pengelola kawasan dan para pelaku usaha untuk menghimpun aspirasi serta mengidentifikasi berbagai kendala dalam pemanfaatan fasilitas kepabeanan. Pertemuan tersebut dihadiri Presiden Direktur Kendal Industrial Park (KIP) Vincent Lee, Kepala Administrator KEK Kendal Tjertja Karja Adil, serta Kepala Bea Cukai Semarang Mochamad Syuhadak.
 
Salah satu isu utama yang dibahas adalah percepatan penerapan sistem persediaan berbasis teknologi informasi (IT Inventory). Dari 149 perusahaan yang beroperasi di KEK Kendal, sebanyak 84 perusahaan telah memanfaatkan fasilitas kepabeanan. Namun, baru 17 perusahaan yang menyelesaikan penetapan IT Inventory sesuai ketentuan. Susila menegaskan bahwa kepatuhan terhadap implementasi sistem tersebut menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan fasilitas fiskal tanpa mengganggu iklim investasi yang berkembang positif.
 
Selain itu, Bea Cukai bersama para pemangku kepentingan juga mengevaluasi penerapan sistem autogate yang wajib diterapkan oleh badan usaha dan pelaku usaha di kawasan. Menurut Susila, KEK sebagai Program Strategis Nasional telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan, salah satunya tercermin dari pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal pada 2025 yang menjadi tertinggi di Jawa Tengah. Karena itu, keseimbangan antara fungsi pengawasan dan dukungan terhadap investasi perlu terus dijaga.
 
Sehari setelahnya, Susila melanjutkan kunjungan kerja ke KITB untuk mengevaluasi efektivitas fasilitas kepabeanan dalam mendukung aktivitas industri dan investasi. Saat ini terdapat 44 pelaku usaha yang terdaftar di kawasan tersebut, dengan 27 perusahaan telah ditetapkan sebagai Kawasan Pabean dan 12 perusahaan aktif memanfaatkan fasilitas kepabeanan. Bea Cukai mendorong optimalisasi penggunaan fasilitas melalui penerapan IT Inventory yang terintegrasi, sehingga kawasan industri di Jawa Tengah dapat semakin menarik investasi, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (Rp)
 
Konsultan pajak 
https://bit.ly/sfcnews
#sfconsulting #sfgroup #pajakuntukkita #kanwilbeacukai #konsultan #pajak #legal #customs #transferpricing #compliance


Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 17068.99
USD 15710
GBP 19949.11
AUD 10293.61
SGD 11699.88
* Rupiah

Berlaku : 27 Mar 2024 - 2 Apr 2024