Harian Bisnis Indonesia     23 Oct 2019

Insentif Padat Karya Segera Rampung

Bisnis, JAKARTA — Dua Rancangan Peraturan Menteri Keuangan (RPMK) terkait pemberian insentif kegiatan vokasi yang tersisa ditargetkan rampung pada akhir tahun 2019. Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten Deputi Ketenagakerjaan Deputi IV, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Yulius pada Selasa (22/10).

Menurut Yulius, dua RPMK tersisa yang akan mengatur pemberian insentif kegiatan vokasi dapat dirampungkan tahun ini. Pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Kementerian Keuangan untuk membahas poin-poin dalam RPMK tersebut.

“Dua PMK soal insentif vokasi yang belum keluar kemungkinan besar masih bisa diterbitkan pada 2019 ini,” katanya.

RPMK yang belum terbit hingga saat ini terkait super deduction untuk industri padat karya dan super deduction untuk litbang. Rencananya, dalam RPMK industri padat karya akan mengatur besaran fasilitas, bidang usaha industri yang akan diberikan fasilitas ini, dan mekanisme pemberiannya.

Adapun RPMK fasilitas super deduction untuk litbang juga akan berisi besaran fasilitas, jenis kegiatan litbang yang akan mendapat kemudahan ini, serta mekanisme pemberian insentif.

Sementara itu, insentif vokasi yang telah memiliki dasar hukum adalah insentif super deduction untuk praktik kerja, pemagangan, dan pembelajaran yang tertuang dalam PMK No. 128/2019. Sejumlah poin dalam PMK tersebut adalah mekanisme pengurangan penghasilan bruto maksimal sebesar 200%.

Direktur Peraturan Perpajakan II Kemenkeu Yunirwansyah mengatakan bahwa, untuk bisa dapat insentif fiskal, pengusaha hanya perlu menyampaikan pemberitahuan melalui sistem online single submission atau OSS dengan melampirkan Perjanjian Kerja Sama dan Surat Keterangan Fiskal.

Kendati, lantaran saat ini sistem OSS tengah mengalami perbaikan, pengusaha yang ingin mendapatkan insentif harus mengurusnya ke kanwil setempat.

“Ya, saat in WP tetap bisa memanfaatkan fasilitas tersebut dengan menyampaikan hal itu di kanwil pajak dimana WP terdaftar dengan tembusan direktorat perpajakan,” kata Yunirwansyah kepada Bisnis.

Yurnirwansyah mengatakan saat ini sudah ada industri yang mengajukan insentif pajak setelah sebulan PMK 128/2019 diterbitkan. “Saat ini sudah ada yang telah memanfaatkan insentif itu, dia sudah mengadakan kerja sama dengan 13 sekolah menengah kejuruan. Industri alat berat.”

Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 15726.73
USD 14155
GBP 18232.03
AUD 9639.29
SGD 10359.06
* Rupiah

Berlaku : 23 Oct 2019 - 29 Oct 2019