Harian Bisnis Indonesia     16 Sep 2019

Compliance Risk Management Diterapkan

Setelah ditunggu sekian lama, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan akhirnya menerapkan pengawasan kepatuhan berbasis risiko atau compliance risk management (CRM).

Dengan penerapan ini, maka proses pengawasan wajib pajak akan menjadi lebih optimal. Tak hanya itu, orotitas juga akan mampu melakukan pemetaan terkait kepatuhan yang berdasarkan pada profil serta rekam jejak wajib pajak.

Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan implementasi CRM merupakan bagian dari program reformasi perpajakan.

Selain itu CRM juga merupakan kelanjutan dari program pengampunan pajak atau tax amnesty dan transparansi informasi keuangan yang memungkinkan otoritas pajak untuk membangun profil risiko wajib pajak secara lebih canggih dan akurat.

“Dengan profil risiko yang semakin canggih tersebut Dirjen Pajak akan dapat melayani wajib pajak secara lebih spesifi k, yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan wajib pajak yang bersangkutan,” kata Yoga dalam pernyataannya, akhir pekan lalu.

Dia menekankan, kepada wajib pajak yang ingin patuh, pemerintah akan membantu agar mudah dalam melaksanakan kewajiban perpajakan. Sehingga, tidak ada alasan bagi wajib pajak yang menghindari kewajibannya dengan alasan minimnya akses informasi dan tidak adanya edukasi.

Sebaliknya, kepada wajib pajak yang dengan sengaja menolak melak sanakan kewajibannya, otoritas pajak akan tegas melakukan penindakan sesuai dengan ketentuan per aturan perundang-undangan yang berlaku.

Adapun paradigma ini menggantikan cara pandang lama di mana antara wajib pajak dan DJP terdapat sikap saling tidak percaya dan curiga yang menghambat terciptanya kepatuhan sukarela yang berkelanjutan.

Dalam model lama tersebut, seluruh wajib pajak diperlakukan secara seragam sehingga berisiko menimbulkan ketidakadilan antara wajib pajak patuh dan wajib pajak yang tidak patuh.

Sedangkan penerapan pengawasan berbasis risiko ini akan membantu Ditjen Pajak dalam melayani wajib pajak dengan lebih adil dan transparan.

Tak hanya itu, penerapan ini juga sekaligus akan melancarkan pengelolaan sumber daya secara lebih efektif dan efi sien.

Sehingga pada akhirnya dapat membantu mewujudkan kepatuhan yang lebih optimal dan berkelanjutan.

Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 15570.85
USD 14155
GBP 17588.75
AUD 9567.23
SGD 10284.38
* Rupiah

Berlaku : 16 Oct 2019 - 22 Oct 2019