Harian Kontan     7 Dec 2017

Perbaikan Sistem IT Pajak Tunggu Perpres

SALAH satu fokus pemerintah dalam program reformasi perpajakan adalah perbaikan sistem. Untuk itu pemerintah akan membangun core tax administration system yang bisa meningkatkan pelayanan pajak dan mendukung penerimaan negara.

Dirjen Pajak Robert Pakpahan mengatakan, saat ini, pihaknya masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) yang mendukung pembangunan core tax administration system tersebut. "Sedang dibuat perpresnya supaya pengadaannya dimungkinkan pada tahun 2018 dan kemungkinan di-develop pada 2019," kata Robert di kantor pusat Ditjen Pajak, Rabu (6/12).

Menurut Robert, dengan sistem ini diharapkan Ditjen Pajak akan dapat melaksanakan fungsi pelayanan, pengawasan, dan penegakan hukum perpajakan secara lebih efektif dan efisien. "Coretax adalah sistem informasi perpajakan yang memungkinkan kami membangun sistem informasi perpajakan yang handal. Merekam SPT, mencatat taxpayer account, merekam pemeriksaan, menagih, dan menerima informasi dari luar baik informasi keuangan, pertanahan, mobil, aset lainnya untuk melakukan matching," jelas Robert.

Pengembangan core tax system ini dibutuhkan mengingat sistem teknologi informasi yang dimiliki Ditjen Pajak (SIDJP) saat ini belum terintegrasi dan terdapat keterbatasan. SIDJP juga belum mendukung untuk pemeriksaan dan penagihan, dan belum adanya fungsi sistem akuntansi yang terintegrasi (taxpayer account management).

Selain sistem, Robert menegaskan, reformasi pajak juga akan dilakukan dari sisi regulasi, SDM, dan proses bisnis. "Kami lihat matriks tax reform yang kami canangkan saja di Januari 2017. Kan komplit itu. Jadi cukup komprehensif," terang Robert.

Tax News

Search




Exchange Rates

Mata Uang Nilai (Rp.)
EUR 15962.94
USD 13541
GBP 18170.4
AUD 10210.46
SGD 10025.91
* Rupiah

Berlaku : 13 Dec 2017 - 19 Dec 2017